TANGERANG, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat (PP) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menegaskan penguatan ekosistem ekonomi syariah sangat penting melalui sinergi antara industri takaful (asuransi syariah), koperasi dan kolaborasi dengan dunia internasional.
Pengembangan ekosistem syariah tidak hanya didasarkan pada nilai ekonomi atau transaksi semata, namun juga perlu diukur dari seberapa besar dampaknya terhadap kemaslahatan, keadilan dan keberlanjutan sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi. Di sisi inilah Indonesia memiliki peran strategis untuk memastikan tujuan pembangunan ekonomi syariah melalui program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Koperasi bisa terlibat pada pengembangan takaful baik ini. Sebab di Indonesia memiliki kekuatan pada basis ekonomi rakyat yang besar, jaringan komunitas yang luas, serta gerakan koperasi yang tumbuh hingga ke tingkat desa,” kata Menkop di Simposium yang digelar Menara Syariah dan Universitas Utara Malaysia (UUM) dengan tema “Reimagining Takaful for Sustainable World” di Menara Syariah PIK 2, Tangerang, Senin (22/6/2026).
Pada acara ini juga dilaksanakan dua penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan antara Menara Syariah dengan UMM dan Menara Syariah dengan MES. Kerjasama ini terkait dengan rencana sinergi dan kolaborasi pengembangan ekosistem Industri Keuangan Syariah dan Takaful di Indonesia dan Malaysia serta menjadikan Menara Syariah sebagai simbol utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Ferry Juliantono menambahkan saat ini nilai konsumsi masyarakat muslim dunia pada sektor-sektor ekonomi syariah mencapai lebih dari USD2 triliun per tahun dan diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar segmen pasar namun menjadi salah satu kekuatan penting perekonomian global.
Dengan potensi penduduk muslim terbesar di dunia yang mencapai 240 juta, Indonesia berpeluang besar untuk memastikan ekosistem industri keuangan syariah, khususnya takaful dapat berkembang pesat. Terlebih dengan keberadaan keberadaan KDKMP akan menjadi instrumen program pengembangan ekonomi syariah dapat dijalankan hingga ke desa-desa.
“Prinsip Ekonomi Syariah”
“Nilai-nilai yang menjadi fondasi koperasi yaitu gotong royong, kebersamaan, keadilan dan kesejahteraan bersama, memiliki keselarasan yang sangat kuat dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah,” ujarnya.
Dalam konteks ini, industri takaful dipandang memiliki peran vital. Takaful bukan sekadar produk keuangan, tetapi manifestasi nilai ta’awun atau saling tolong-menolong. “Keberhasilan takaful harus diukur dari sejauh mana dia mampu menghadirkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan sosial dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Ferry.
Sebagai Ketua Harian MES, dia optimistis bahwa ekonomi syariah Indonesia akan terus tumbuh tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen, inovator dan pusat pertumbuhan global. “Oleh karena itu kami memohon dukungan dari gerakan ekonomi syariah dan stakeholder terkait lainnya agar upaya ini dapat mendorong perubahan keadaan masyarakat di desa agar lebih sejahtera,” harap Menkop.
Komisaris Utama Menara Syariah, Harianto Solichin berharap agar sinergi dan kesepakatan yang terjalin antara MES, UMM dan Menara Syariah benar-benar diwujudkan dalam kerjanyata. Dijelaskan potensi pengembangan ekonomi syariah dan takaful di Indonesia sangat besar di mana selama ini belum dioptimalkan. Untuk itu diperlukan kerja-kerja kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan MES dan UMM.
Dekan Islamic Business School Universiti Utara Malaysia (UMM) Selamah Maamor menambahkan bahwa rencana kerjasama untuk pengembangan industri ekonomi syariah antara Indonesia dan Malaysia telah digagas sejak 2024 lalu. Dia bersyukur kolaborasi kedua negara akhirnya dapat terwujud dan diperkuat dengan ketelibatan MES dalam misi besar tersebut.
“Kami dari Malaysia akan bersama dengan industri di Indonesia untuk memastikan bahwa industri asuransi syariah dan ekonomi bisa terwujud lebih baik dan lebih maju,” ungkapnya.
Erwin Tambunan
Menkop memperlihatkan bukti kerjasama usai mengikuti Simposium yang digelar Menara Syariah dan Universitas Utara Malaysia (UUM) dengan tema “Reimagining Takaful for Sustainable World” di Menara Syariah PIK 2, Tangerang, Senin (22/6/2026). Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















