banner 728x250
Daerah  

Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan Dalam Prosesi Damai Perang Suku di Kwamki Narama

banner 120x600
banner 468x60

MIMIKA, gen-idn.com – Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandim bersama personel Kodim 1710/Mimika merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, serta memperkuat persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Prosesi perdamaian yang dipimpin oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, dilaksanakan melalui mekanisme adat dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang sebelumnya terlibat konflik. Dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan, kedua kubu yang bertikai, yakni kubu Newegalem dan kubu Dang, sepakat mengakhiri perselisihan dan kembali hidup berdampingan secara damai.

banner 325x300

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1710/Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, menghilangkan rasa dendam, menghormati nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur, serta mengedepankan musyawarah menyelesaikan setiap permasalahan di lingkungan masyarakat. “Mari kita jaga persaudaraan, hilangkan rasa dendam, hormati nilai-nilai adat yang ada dan selesaikan setiap persoalan melalui musyawarah demi terciptanya kedamaian yang berkelanjutan,” ujar Dandim.

Prosesi Pematahan Panah

Sebagai simbol berakhirnya konflik, dilaksanakan ritual adat panah babi yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi pematahan panah oleh Dandim 1710/Mimika bersama Kapolres Mimika. Selanjutnya, kedua kubu menandatangani kesepakatan damai sebagai bentuk komitmen bersama untuk mengakhiri pertikaian serta menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Perdamaian ini menjadi momentum penting dalam mempererat persatuan, memulihkan keharmonisan sosial dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif di Kabupaten Mimika. Diharapkan, kesepakatan yang telah dicapai dapat terus dijaga dan dihormati oleh seluruh pihak, sehingga nilai-nilai persaudaraan, kedamaian dan kebersamaan tetap terpelihara demi terwujudnya masyarakat Mimika yang rukun, damai dan sejahtera.

Pendim 1710/Mimika – Mion Efendy

Kubu Newegalem dan kubu Dang, salling berhadapan serta sepakat mengakhiri perselisihan dan kembali hidup berdampingan secara damai atas fasilitasi Kodim 1710/Mimika. Foto: Pendim 1710/Mimika.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *