banner 728x250

Menkop: Kopontren Diproyeksikan Jadi Sumber Kekuatan Ekonomi Baru

banner 120x600
banner 468x60

MALANG, gen-idn.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjamin keberpihakannya terhadap upaya pengembangan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) di seluruh Indonesia. Sebab, bagi Kemenkop, Kopontren memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, bahkan diproyeksikan akan menjadi sumber kekuatan ekonomi baru di masa mendatang.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan perkembangan kopontren di Indonesia saat ini sangat pesat. Per Desember 2025, terdapat sekitar 763 kopontren dengan volume usaha Rp3,5 triliun dan 156.000 anggota. Beberapa kopontren bahkan memiliki aset lebih dari Rp1 triliun.

banner 325x300

“Saya meyakini di tahun – tahun mendatang aset dan volume usaha Koperasi Pesantren akan lebih besar lagi. Insyaallah Koperasi Pesantren di masa mendatang akan menjadi kekuatan ekonomi baru di negara ini,” kata Menkop pada Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 di Ponpes Daarul Ukhuwah, Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).

Di antaranya hadir Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid, Pimpinan Ponpes Daarul Ukhuwah Muhammad Ajir, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Ari Permana.

Guna mendukung pengembangan Kopontren tersebut, Menkop mengajak MPDI untuk terlibat memperkuat jejaring Kopontren, termasuk pengembangan pendidikan, kaderisasi dakwah dan pemberdayaan ekonomi. “MPDI memiliki posisi penting sebagai wadah kolaborasi. Melalui jejaringnya, MPDI dapat memperkuat pertukaran pengalaman dan kerjasama antarkoperasi pesantren sehingga tumbuh semakin sehat, profesional dan berkelanjutan,” urai Menkop.

Langkah transformasi koperasi juga dilakukan pemerintah melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dipastikan akan siap menjadi mitra terbaik bagi Kopontren dan juga UMKM untuk memasarkan produk-produk unggulannya. “Prioritas utama kita adalah produk dari UMKM lokal, khususnya pesantren. Kami pastikan produk pesantren menjadi prioritas di gerai KDKMP,” tegasnya.

Tetap Berdaya Saing

Kemenkop bersama LPDB juga berkomitmen memastikan kopontren tetap berdaya saing. Dukungan ini terutama ditujukan bagi koperasi sekunder MPDI yang baru saja diluncurkan. Keberadaan Koperasi Sekunder MPDI ini diyakini akan berfungsi untuk menghidupi dan mengembangkan koperasi primer di bawahnya.

“Saya mengajak seluruh pihak melalui forum ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan merumuskan langkah-langkah nyata dalam mengembangkan koperasi pesantren yang sehat, profesional, inovatif dan berdaya saing,” ucapnya.

Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid, menegaskan bahwa MPDI juga memiliki komitmen yang tinggi untuk menjadikan pesantren sebagai simpul utama permasalahan ekonomi di tengah masyarakat. Oleh karena itu MPDI baru saja meluncurkan koperasi sekunder sebagai media besar pengembangan ekonomi di pesantren. “Koperasi ini kami harapkan menjadi wadah yang menghubungkan kekuatan pesantren dari Sabang sampai Merauke dengan semangat ta’awun, gotong royong dan pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif dan semangat MPDI di seluruh wilayah Indonesia dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi umat khususnya melalui koperasi.

Dari pemerintah daerah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyoroti pentingnya semangat gotong royong membangun ekonomi pesantren. Menurutnya solusi dari pembangunan ekonomi pesantren yang paling layak adalah Kopontren. “Dengan koperasi sekunder MPDI sudah ada keguyuban di antara anggotanya. Asasnya adalah kekeluargaan. Kami sangat antusias melihat pesantren akan tumbuh pesat dan mudah-mudahan Jawa Timur menjadi bagian penting dalam mendorong kesuksesan MPDI,” ungkap Emil.

Erwin Tambunan

Menkop Ferry Juliantono memukul gong tanda pembukaan Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia 2026 di Ponpes Daarul Ukhuwah, Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026). Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *