JEMBER, gen-idn.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya membangun ekosistem usaha yang kondusif bagi pengusaha mikro melalui perluasan akses pembiayaan, penguatan pendampingan, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Festival ini menjadi wadah layanan terpadu yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan pengusaha mikro agar mampu tumbuh, berkembang dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Usaha Mikro yang juga menjabat Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menegaskan bahwa pemberdayaan usaha mikro tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, akses pembiayaan harus berjalan seiring dengan perluasan akses pasar agar UMKM memiliki kemampuan untuk berkembang secara berkelanjutan.
“Pemerintah ingin membangun ekosistem usaha yang sehat. Memberikan akses pembiayaan tanpa diikuti akses pasar justru berpotensi menjadi beban bagi pengusaha karena produk yang dihasilkan tidak terserap. Sebaliknya, ketika permintaan pasar meningkat tetapi UMKM kesulitan memperoleh modal, peluang tersebut juga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, kedua aspek ini harus dihadirkan secara bersamaan,” ujar Riza Damanik di Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Jember, Selasa (21/7/2026).
Riza menegaskan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza, pemberdayaan UMKM tidak lagi dilakukan secara sektoral, melainkan melalui pendekatan ekosistem yang menghubungkan seluruh kebutuhan UMKM, mulai dari legalitas, pembiayaan, pendampingan, hingga perluasan akses pasar.
Menurutnya, Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro merupakan implementasi nyata dari pendekatan itu. Pada 2026, festival diselenggarakan di 10 provinsi, dengan Jawa Timur menjadi salah satu daerah pelaksana dan Kabupaten Jember sebagai tuan rumah. “Festival ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya pemerintah menghadirkan kemudahan dan pelindungan bagi usaha mikro agar semakin tumbuh, berkembang dan produktif,” katanya.
Riza juga menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan bagi UMKM terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Juli 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional telah mencapai lebih dari Rp160 triliun atau lebih dari separuh target penyaluran sebesar Rp290 triliun pada tahun ini.
Melampaui Rp27 Triliun
Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan realisasi penyaluran KUR terbesar di Indonesia. Hingga Juli 2026, penyaluran KUR di provinsi tersebut telah melampaui Rp27 triliun kepada lebih dari 470.000 UMKM.
Di Kabupaten Jember, penyaluran KUR telah menembus lebih dari Rp1 triliun kepada lebih dari 20.000 UMKM. Sebanyak 69% pembiayaan itu disalurkan ke sektor produksi, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada pada kisaran 65%.
“Penyaluran pembiayaan ke sektor produksi memberikan dampak yang lebih besar karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah ekonomi, sekaligus memperkuat sektor-sektor unggulan daerah. Di Jember, pembiayaan yang dominan mengalir ke sektor pertanian akan memperkuat ekonomi daerah sekaligus mendukung program prioritas nasional menuju swasembada pangan,” jelasnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Jember sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro.
“Festival ini akan sangat membantu usaha mikro melalui berbagai layanan, mulai dari fasilitasi perizinan, akses permodalan, hingga pendampingan usaha. Pemerintah Kabupaten Jember akan terus bersinergi dengan Kementerian UMKM untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada usaha mikro agar mampu tumbuh dan naik kelas,” jelas Fawait.
Melalui Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, Kementerian UMKM menghadirkan beragam layanan konsultasi dan pendampingan, meliputi legalitas usaha, akses pembiayaan, pengembangan kapasitas usaha, hingga konsultasi bisnis. Seluruh layanan tersebut dirancang untuk memudahkan pengusaha mikro memperoleh dukungan yang dibutuhkan mengembangkan usahanya.
Festival juga diramaikan dengan bazar produk unggulan Kabupaten Jember sebagai sarana memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan produk-produk terbaik daerah kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan, Kementerian UMKM terus mendorong terwujudnya ekosistem usaha mikro yang semakin inklusif, produktif, berdaya saing dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Erwin Tambunan
Para pelaku usaha setempat memasuki gedung agenda Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Jember, Selasa (21/7/2026). Foto: Humas Kementerian UMKM.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















