PONTIANAK, gen-idn.com – Pebulutangkis Indonesia Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan mengungguli kompatriotnya Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo 22-20, 21-15 pada final Polytron Pontianak International Challenge 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Kalimantan Barat (30/8/2026).
Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan merupakan unggulan ketujuh, sedangkan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo non-unggulan di turnamen internasinal di Pulau Borneo tersebut.
Wahyu Agung Prasetyo mengucap,” Alhamdulillah rasanya senang dan lega bisa menjadi juara di turnamen pertama kami. Kami di latihan sering diskusi berdua, kasih evaluasi satu sama lain. Ini jadi kunci mengapa permainan kami bisa cepat klop. Gelar juara ini untuk keluarga, pelatih dan semua tim ganda putra,” tutunya kepada Tim Media dan Humas PP PBSI.
Pulung Ramadhan menambahkan,” Kami persiapan sudah bagus selama dua bulan terakhir ini, tidak menyangka bisa juara, tapi kami yakin ada kesempatan. Fokusnya satu pertandingan ke satu pertandingan. Dengan Tyo yang mungkin cukup berbeda dari permainan kami adalah sekarang kami lebih berani untuk main bertahan. Ini jadi salah satu kekuatan kami kalau dilihat dari pertandingan-pertandingan seminggu ini.”
“Merekaq Lebih Percaya Diri”
Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan mengemukakakan,” Kami tidak cukup puas dengan hasil ini tapi emmang dari segi permainan mereka lebih percaya diri, lebih yakin. Semalam melawan Rian/Daniel Edgar juga kami melihat mereka begitu nothing to lose.”
Di game pertama kami seharusnya bisa menang, kami sudah unggul tapi kami di akhir kena tekanan mereka dan akhirnya berbalik. Di game kedua pressure-nya lebih berasa, lebih tegang dan tidak bisa keluar dari situasi itu, ungkapnya.
“Minggu depan di Masters Super 100, kami akan mulai dari kualifikasi dan bisa dibilang bagannya lebih berat. Sekarang kami mau fokus dulu ke recovery, saya merasa ada penurunan kondisi di badan saya. Semoga minggu depan sudah fit kembali,” papar Yeremia.
Rekannya Patra Harapan Rindorindo menyampaikan,” Puji Tuhan tetap bersyukur kami bisa sampai final tanpa ada cedera. Kami merasa progresnya sudah lumayan naik karena sebelumnya kami kalah di babak-babak yang kurang memuaskan. Semoga kami bisa terus lebih baik untuk cari juara.”
Mion Efendy
Juara Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan bersama runner-up Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















