MEDAN, gen-idn.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Swasta Masehi GBKP Kota Berastagi, melalui program bertajuk “Pelatihan Bahasa Inggris ESP – Disaster Preparedness and Response bagi Siswa/i SMA Swasta Masehi GBKP Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.”
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Universitas Sumatera Utara dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda menghadapi situasi kebencanaan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa secara kontekstual dan aplikatif, khususnya untuk memahami serta menggunakan Bahasa Inggris pada situasi kesiapsiagaan dan respons bencana.
Tim pengabdi dari Universitas Sumatera Utara diketuai oleh Prof. Dr. Rudy Sofyan, S.S., M.Hum. dengan anggota tim Prof. Dr. Rusdi Noor Rosa, S.S., M.Hum. dan Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si.
Menurut Ketua Pelaksana, Prof. Dr. Rudy Sofyan, S.S., M.Hum., kegiatan pengabdian ini dirancang sebagai upaya untuk memberikan pengalaman pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih relevan dengan kebutuhan kehidupan nyata.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa secara kontekstual dan aplikatif, khususnya dalam situasi kesiapsiagaan dan respons bencana. Selain meningkatkan kompetensi berbahasa, kami berharap siswa juga memiliki pemahaman dan keterampilan komunikasi yang dapat digunakan dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Prof. Rudy Sofyan.
Lebih lanjut, Prof. Rudy menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kapasitas masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana.
Mendukung Pencapaian SDGs melalui Pendidikan Berkualitas
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga sejalan dengan perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4: Quality Education atau Pendidikan Berkualitas.
Prof. Dr. Rusdi Noor Rosa, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa pelatihan itu relevan dengan tantangan pencapaian pendidikan berkualitas yang menekankan pentingnya pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan keterampilan abad ke-21.
Menurutnya, pembelajaran Bahasa Inggris tidak hanya perlu berfokus pada penguasaan struktur bahasa, tetapi juga harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan bahasa dalam berbagai konteks kehidupan nyata.
“Melalui pendekatan English for Specific Purposes atau ESP, siswa diberikan kesempatan untuk mempelajari dan menggunakan Bahasa Inggris sesuai dengan konteks tertentu. Dalam kegiatan ini, konteks yang diangkat adalah kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna bagi peserta,” jelas Prof. Rusdi Noor Rosa.
Pelatihan secara Luring di SMA Swasta Masehi GBKP Berastagi
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama kurang lebih enam bulan, yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, hingga penyusunan laporan kegiatan. Pelaksanaan program pelatihan terdiri atas dua kegiatan utama, yaitu pelatihan secara luring dan pelatihan secara daring.
Pelatihan luring dilaksanakan selama dua hari pada 17–18 Juli 2026 di SMA Swasta Masehi GBKP Berastagi. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengikuti pembelajaran secara langsung, melakukan praktek komunikasi, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas pembelajaran interaktif.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan daring selama delapan minggu dilaksanakan pada periode Agustus hingga Oktober 2026. Kegiatan daring dilaksanakan setiap hari Sabtu dan terdiri atas beberapa sesi pelatihan yang melibatkan seluruh peserta secara aktif. Setiap sesi berlangsung selama 2,5 jam atau 150 menit, mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB.
Melalui kombinasi pelatihan luring dan daring, peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang berkelanjutan serta memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris mereka dalam konteks kesiapsiagaan dan respons bencana.
Seleksi Peserta melalui Pre-Test
Sebelum pelaksanaan program pelatihan, tim pengabdi terlebih dahulu melakukan proses penetapan peserta kegiatan. Para peserta merupakan siswa-siswi SMA Swasta Masehi GBKP Berastagi yang diseleksi melalui kegiatan pre-test.
Pre-test dilaksanakan pada 22 Mei 2026 untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan awal peserta dalam Bahasa Inggris. Hasil pre-test selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak sekolah dengan mempertimbangkan beberapa aspek, antara lain tingkat kelas, kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan, serta minat siswa terhadap pembelajaran Bahasa Inggris.
Berdasarkan hasil proses seleksi tersebut, ditetapkan sebanyak 25 siswa sebagai peserta program Pelatihan Bahasa Inggris ESP – Disaster Preparedness and Response.
Materi Pelatihan Berorientasi pada Kesiapsiagaan dan Respons Bencana
Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, para peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang secara sistematis untuk mengembangkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris dalam situasi kesiapsiagaan dan keadaan darurat.
Melalui materi itu, siswa tidak hanya mempelajari kosakata dan ungkapan Bahasa Inggris, tetapi juga dilatih untuk menggunakan Bahasa Inggris secara fungsional dalam berbagai situasi yang berkaitan dengan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana.
Kegiatan pembelajaran dirancang secara interaktif melalui diskusi, latihan komunikasi, simulasi, praktek pemberian instruksi, serta kegiatan yang mendorong peserta untuk menggunakan Bahasa Inggris secara aktif.
RSG
Siswa/Siswi SMA Swasta Masehi GBKP Kota Berastagi bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Sumatera Utara. Foto: RSG.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















