KUALA LUMPUR, gen-idn.com – Perjuangan pebulutangkis tunggal putra Merah Putih yang tersisa, Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed dan rekannya Jonatan Christie terhenti karena kalah atas lawan-lawannya di perempatfinal Malaysia Masters 2026 berhadiah total USD500.000 dari arena pertarungan Stadium Axiata Arena, Kuala Lumpur Sports City, Bukit Jalil, Malaysia, Jumat (22/5/2026).
Ubed digagalkan bintang Pranis unggulan ketiga Christo Popov dengan dua game saja, 21-23, 19-21. Adapun Jonatan Christie yang akrab dipanggil Jojo, tumbang di tangan atlet China, Hu Zhe An, dengan permainan rubber game 21-14, 13-21, 16-21. Kekalahan ini menghabiskan pebulutangkis nasional di Kuala Lumpur, Malaysia.
Moh Zaki Ubaidillah menjelaskan kekalahannya keepada Tim Media dan Humas PP PBSI usai bertanding. “Pertandingan hari ini alhamdulillah bisa diberi permainan dengan baik tanpa cedera juga. Tadi hasilnya belum beruntung, tapi apa yang saya planning dari awal, mainnya alhamdulillah bisa menerapkan.”
“Tadi sempat unggul, tapi makin mendekati akhir, dia bisa lebih tenang mengontrol permainannya. Setelah ketat, dia lebih kuat pikirannya dengan pengalaman yang dia punya. Ini pelajaran yang sangat berharga buat saya, banyak yang bisa saya pelajari untuk ke depan terutama bagaimana mengatur mental dan pikiran di laga-laga ketat,” tukas Ubed.
“Saya Bersyukur”
“Kalau menilai performa, menurut saya sendiri di Thailand belum maksimal, masih jauh apa yang saya harapkan. Tapi dari situ saya bisa belajar dan di sini penampilannya lebih baik, secara pencapaian juga melebihi jadi saya bersyukur dengan hal ini.
Jojo menimpali,” Memang cukup disayangkan tadi. Saat pertama cukup mendominasi jalannya permainan tapi di game kedua dia sedikit membaca permainan saya dan itu saya kurang siap untuk segera ganti pola permainan juga.”
Di game kedua itu dia mulai banyak baca bola permainan saya yang seperti saat pertama, jadi dia lebih berusaha untuk membaca polanya dan beberapa kali serangannya juga cukup baik. Saya rasa itu tadi yang mengubah jalannya permainan. Di game ketiga sudah tertinggal tapi tadi sudah berusaha untuk coba mengejar. Tapi beberapa kali juga tadi sedikit kembali kurang sabar ketika poinnya sudah mepet. Jadi 1-2 poin itu cukup penting ketika hilang lagi. Membalikkan situasinya tidak mudah.”
“Ke depan persiapan ke Singapura dan Indonesia harus dimatangkan lagi. Setiap hari pasti akan berjalan berbeda. Di sini, di Singapura dan di Indonesia beda-beda kondisi lapangan dan shuttlecock nya jadi harus cepat penyesuaiannya,” tutur Jojo melontarkan alasan.
Mion Efendy
Digagalkan wakil China Hu Zhe An, Jojo menunggu pertandingan berikutnya di Singapura dan Jakarta. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















