banner 728x250

Japan Open 2026: Putri Kusuma Wardani ke-16 Besar Tumbangkan Zhang Beiwen

banner 120x600
banner 468x60

TOKYO, gen-idn.com – Pebulutangkis tunggal putri andalan Merah Putih Putri Kusuma Wardani melangkah ke-16 besar usai singkirkan wakil Amerika Serikat Zhang Beiwen 21-6 dan 21-15  pada Japan Open 2026 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, Rabu (15/7/2026). Turnamen internasional tersebut, berlevel BWF World Super 750.

Putri Kusuma Wardani merupakan unggulan keenam turnamen berhadiah total USD950.000. Selanjutnya Putri KW akan bertemu Huang Yu-Hsun dari Taiwan yang mengukir kemenangan rubber game dari Unnati Hooda dari India 16-21, 21-15, 21-16.

banner 325x300

Putri Kusuma Wardani menuturkan,” Alhamdulillah bersyukur semuanya berjalan lancar, tidak ada cedera apapun. Untuk keseluruhan agak sedikit kaget melihat permainan Zhang Beiwen. Di beberapa pertemuan terakhir dia cukup yakin dan cukup baik, tidak gampang mati tapi hari ini pergerakannya terlihat berat jadi tadi saya terus mengarahkan bola ke tempat yang dia tidak enak.”

“Besok bertemu Huang Yu-Hsun dari Taiwan, terakhir saya kalah di Indonesia Masters tahun ini. Jadi pastinya besok pengen lebih bagus daripada hari ini bermainnya. Bermain dengan nothing to lose, engga mikirin sebelumnya pernah menang ataupun pernah kalah. Lebih fokusnya dan yakin pengen menangnya,” ujar Putri KW kepada Tim Media dan Humas PP PBSI.

“Dengan mundurnya An Se Young (Korea Selatan) sebenarnya persaingan akan sama saja karena masih banyak pemain-pemain top di tunggal putri. Saya berbeda bagan dengan dia jadi saya ingin fokus saja ke pertandingan saya, satu langkah demi satu langkah. Semoga bisa naik podium di Japan Open kali ini.”

Mengatasi Permainan

Ganda putra Indonesia yang menempati unggulan kedua, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengatasi permainan Christo Popov/Toma Junior Popov (Prancis) dengan kemenangan dua game 21-19, 21-13 pada babak 32 besar.

Fajar Alfian menjelaskan,” Alhamdulillah bersyukur ya, dikasih kelancaran permainan hari ini dan diberikan kemenangan juga. Di awal game pertama, saya bermain sangat kurang yakin, banyak melakukan kesalahan sendiri. Tadi ada 6-7 poin saya melakukan kesalahan sendiri. Tapi setelah interval, kami terus berkomunikasi bagaimana jangan mau kalah, jadi fight-nya ditunjukkan dan akhirnya bisa mengambil alih permainan dan menang.”

Mereka tadi memprotes servis kami, tapi selama umpire dan hakim servis tidak menganggap ada kesalahan, kami merasa tidak ada masalah. Kami tidak mau pecah konsentrasi jadi tetap mencoba fokus dengan apa yang kami mau mainkan,” ungkap Fajar.

Sedangkan Muhammad Shohibul Fikri berkata,” Kami mengubah pola permainan sebetulnya setelah interval game pertama. Kami membaca mereka jadi lebih cepat bermain di depan, padahal sebelumnya mereka itu panjang-panjang mainnya, perubahananitu membuat cukup kaget juga, tapi akhirnya kami bisa antisipasi sambil adaptasi dengan shuttlecock yang cukup berbeda dari saat latihan.”

“Berkaca dari pertandingan tadi, kami masih kurang puas dengan penampilannya. Semoga besok bisa lebih baik lagi dengan belajar dari kesalahan hari ini,”urai Fikri berharap.

Mion Efendy

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengatasi permainan Christo Popov/Toma Junior Popov (Prancis) dengan 21-19, 21-13. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *