banner 728x250

Menkop: Sekolah Digital Koperasi UKSW Perkuat Ekosistem Kopdes Merah Putih

banner 120x600
banner 468x60

SALATIGA, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyambut baik pendirian Sekolah Digital Koperasi yang diinisiasi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) sebagai langkah strategis mengakselerasi program digitalisasi koperasi yang saat ini sedang digencarkan Kementerian Koperasi (Kemenkop). Keberadaan sekolah ini juga diharapkan memperkuat ekosistem Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menkop menilai langkah UKSW membangun sekolah digital koperasi merupakan terobosan penting bagi percepatan digitalisasi koperasi desa yang saat ini tengah menjadi prioritas nasional. “Saya merespons positif sekaligus mendukung 100% sekolah koperasi digital UKSW. Apa yang dicetuskan UKSW ini luar biasa dan sangat dibutuhkan untuk menyebarkan proses digitalisasi yang akan dilakukan di KDKMP,” ujar Menkop pada acara Sharing Session bertema “Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih” di Balairung UKSW, Selasa (2/12/2025).

banner 325x300

Menkop menegaskan dunia kampus/akademisi memiliki peran yang sangat strategis untuk mendukung program-program strategis nasional seperti KDKMP. Melalui karya dan inovasi dari para civitas akademika menjadi pijakan untuk memaksimalkan program pemerintah agar memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.

Dia menyebut kolaborasi pemerintah, akademisi dan gerakan koperasi sebagai fondasi baru arah pembangunan ekonomi nasional. Sinergi yang erat antara pemerintah dan akademisi diharapkan akan menciptakan ekosistem yang baru, terutama terkait dengan program pengembangan koperasi. “Ini adalah bagian dari ekosistem yang harus kita bangun bersama antara dunia pendidikan, kementerian dan gerakan koperasi,” tegasnya.

Meski begitu, Ferry Juliantono menekankan bahwa digitalisasi harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor riil koperasi. Tanpa kemajuan sektor riil, maka digitalisasi tidak akan mampu melahirkan multiplier effect yang lebih besar bagi kesejahteraan anggota ataupun masyarakat.

“Sekarang eranya digital, tapi jangan sampai digitalisasinya terlalu maju sementara sektor riilnya tidak berjalan. Aktivitas bisnis koperasi harus tumbuh seiring peningkatan proses digitalisasi,” jelasnya.

Ferry juga memaparkan perkembangan kebijakan perkoperasian yang terus diperkuat pemerintah, termasuk perluasan ruang usaha koperasi di sektor-sektor strategis. Saat ini koperasi diizinkan pemerintah untuk mengelola tambang dan mineral sampai 2.500 hektar.

“Koperasi sekarang boleh mengelola sumur minyak rakyat dan boleh menjadi pengelola inti–plasma kebun sawit. Peraturan Pemerintah-nya sudah keluar,” terang dia.

Kemenkop juga sedang melakukan reformasi kelembagaan pendidikan koperasi nasional. Hal ini diperlukan agar Ikopin dapat melahirkan insan perkoperasian yang kompeten dan mampu mendorong kemajuan koperasi nasional sehingga menjadi soko guru perekonomian.

“Merombak Ikopin”

“Kami sedang merombak Ikopin untuk dijadikan BLU Kemenkop dan kami akan belajar dari UKSW bagaimana pendidikan koperasi bisa berkembang seperti di sini,” katanya.

Di hadapan sivitas akademika UKSW, Menkop menegaskan bahwa program KDKMP adalah amanat langsung Presiden RI yang bertujuan mengembalikan orientasi ekonomi nasional ke Pasal 33 UUD 1945. Koperasi, harus kembali menjadi pilar utama ekonomi rakyat.

“Saya berterima kasih kepada UKSW. Ini inisiatif yang membuat saya kaget sekaligus bangga. Kita akan bangun ekosistem ekonomi baru dari desa untuk Indonesia yang lebih sejahtera.”

Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami menegaskan bahwa kampusnya memiliki komitmen kuat untuk mendukung program strategis pemerintah, terutama KDKMP. Menurutnya, kekuatan koperasi terletak pada konektivitas dan kolaborasi antar-koperasi.

Oleh karena itu konektivitas dapat dilakukan melalui dukungan teknologi. Dia menjelaskan berbagai inisiatif UKSW dalam pengembangan digitalisasi koperasi, mulai dari sosialisasi, pembentukan klinik digitalisasi di NTT, hingga pengembangan aplikasi koperasi digital yang siap dipakai.

“Aplikasi tersebut dirancang mendukung transaksi pembayaran, simpan pinjam, hingga potensi menjadi platform e-commerce koperasi,” tutur Intiyas.

Salah satu yang sedang dioptimalkan UKSW untuk mendukung penguatan ekosistem perkoperasian nasional adalah pendirian sekolah digital koperasi. “Dengan kolaborasi yang baik, kami optimis bisa bersama-sama menuju Indonesia jaya,” ucap Intiyas.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menilai program KDKMP merupakan solusi nyata bagi berbagai persoalan desa seperti kemiskinan, pengangguran dan rendahnya kualitas pendidikan.

Dia menekankan perlunya penguatan SDM koperasi, terutama melalui dukungan akademisi dan kampus seperti UKSW. Menurutnya, pendampingan berbasis pengetahuan akan mempercepat profesionalisasi koperasi desa. “Masalah di desa banyak sekali, sehingga program KDKMP menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah dari bawah. Mari kita bangun Indonesia mulai dari desa,” tukas Sumarno.

Erwin Tambunan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menerima kenang-kenangan dari Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *