banner 728x250

Kemenkop Terima Kunjungan Timor Leste Untuk Penguatan Koperasi Desa

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menerima audiensi tamu kehormatan Sekretaris Negara Urusan Koperasi Timor Leste Arsénio Pereira da Silva di kantornya, pada Jumat (5/12/2025).

Pertemuan keduanya membahas sejumlah agenda penting, yaitu tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken pada Februari 2024. Untuk menyamakan persepsi terkait pentingnya peran koperasi dalam pembangunan ekonomi suatu negara yang akan disampaikan pada agenda internasional. Khususnya ASEAN Cooperative Ministerial Meeting (ACMM) dan Dili Cooperative Expo 2026 di Timor Leste.

banner 325x300

Menkop menyatakan kunjungan delegasi Timor Leste merupakan kehormatan besar bagi Indonesia untuk memperkuat kerjasama bilateral, terutama dalam upaya pengembangan koperasi di dua negara. “Ini kunjungan dan kehormatan bagi kami, semoga kita bisa melanjutkan lagi kerjasama yang sudah pernah ada MoU antara Kemenkop dengan Kementerian terkait Koperasi Timor Leste,” ujar Menkop.

MoU yang telah disepakati kedua negara perlu peninjauan ulang sekaligus penajaman agar ke depan kerjasama pengembangan ekosistem koperasi lebih mudah diimplementasikan. enekankan perlunya revisi MoU agar sesuai dengan kebijakan terbaru di kedua negara. Menurutnya, capaian yang tertunda dari MoU sebelumnya harus diinventarisasi, termasuk kendala yang dihadapi, sehingga kolaborasi dapat diperkuat secara nyata.

Oleh karena itu diperlukan pembentukan Joint Technical Working Group sebagai wadah untuk memperkuat kerjasama teknis antara Indonesia dan Timor Leste. Bahkan tim ini juga diperlukan untuk menyusun materi secara bersama yang akan disampaikan di forum internasional di tahun depan.

“Saya mengharapkan bisa dibentuk dan dibahas bersama pada joint technical working group. Kami tentunya sangat bersemangat karena semakin banyak negara terlibat, terutama di kawasan ASEAN untuk memajukan koperasi akan semakin baik,” kata Menkop.

Dia mengapresiasi tinggi kepada Timor-Leste karena secara resmi diterima sebagai Anggota Penuh ASEAN pada 26 Oktober 2025. Masuknya Timor Leste sebagai anggota ASEAN ini dinilai akan memperkuat ruang kolaborasi regional di berbagai bidang, termasuk memajukan dan mengembangkan koperasi.

“Kolaborasi terkait ASEAN ini yang terpenting. Selamat menjadi anggota penuh ASEAN, kami siap hadir dalam ACMM di Dili,” tukasnya.

Dalam konteks kebijakan terbaru di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Ferry Juliantono menyampaikan Kemenkop mendapat mandat besar untuk menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar terpenting pembangunan ekonomi nasional melalui program pembangunan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Membuka Kesempatan

Melalui program ini, Ferry membuka kesempatan bagi pemerintahan Timor Leste untuk bersinergi terutama untuk penguatan SDM koperasi.

Dia optimistis kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Timor Leste akan memberi manfaat besar bagi kedua negara, khususnya dalam hal kemajuan koperasi. Ditekankan bahwa program KDKMP akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan di desa seperti kemiskinan, ketimpangan pembangunan dan lainnya.

“Mudah – mudahan kerjasama ini akan memberikan manfaat bagi kedua negara. Kami terbuka bagi siapapun untuk berkolaborasi membangun ekosistem bisnis koperasi yang lebih baik termasuk dengan Timor Leste,” ucapnya.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah pemerintah berkomitmen membangkitkan koperasi di Indonesia harus digaungkan hingga ke tingkat internasional. Terlebih di tahun 2025 merupakan tahun Koperasi Internasional sehingga hal ini jadi momentum bagi Pemerintah Indonesia untuk mendorong rebranding koperasi di tingkat ASEAN melalui program KDKMP.

Sekretaris Negara Urusan Koperasi Timor Leste Arsénio Pereira da Silva mengapresiasi sambutan hangat dari seluruh jajaran di Kementerian Koperasi atas kunjungannya. Dia akan banyak belajar dengan Indonesia terkait pengelolaan dan pengembangan koperasi yang nantinya akan direplikasi di Timor Leste.

Arsénio juga mengapresiasi sekaligus menyambut baik program KDKMP yang digagas Presiden Prabowo. Menurutnya koperasi menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi negara sehingga perlu diprioritaskan.

“Adanya Program KDKMP sangat baik dan saya akan membicarakannya dengan Perdana Menteri supaya gerakan koperasi di Timor Leste bisa dibangkitkan semangatnya,” harap Arsénio.

Melalui pertemuan tersebut, beberapa poin kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya dapat segera ditindaklanjuti dan diperkuat. Setelah ada revisi dari MoU, dia berharap akan segera ada aksi nyata yang mendorong kemajuan dan pengembangan koperasi, terutama di negaranya.

Erwin Tambunan

Sekretaris Negara Urusan Koperasi Timor Leste Arsénio Pereira da Silva memakaikan kain khas Timor Leste ke Menteri Koperasi. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *