banner 728x250

Menkop Perkuat Koperasi Baret Merah Dengan Kopdes Untuk Efisiensi Rantai Pasok

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan pengembangan Koperasi Baret Merah yang sudah berjalan di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menjadi peluang besar untuk diperkuat. Terutama melalui kerjasama dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menkop berharap, sinergi ini mampu menghadirkan rantai pasok yang lebih efisien, memperluas layanan ekonomi bagi prajurit dan masyarakat, serta membuka peluang usaha yang lebih terstruktur antara koperasi di lingkungan Kopassus dan koperasi desa.

banner 325x300

“Kolaborasi ini dapat menjadi model baru pemberdayaan ekonomi yang saling menguatkan, dari markas sampai ke desa,” ungkap Menkop usai mengadakan pertemuan dengan Ustadz Adi Hidayat (Quantum Akhyar Institute) dan Komandan Jenderal Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, membahas strategi pemberdayaan KDKMP di Jakarta, Jum’at (12/12/2025).

Bagi Menkop, kolaborasi antara disiplin Kopassus, gotong royong masyarakat desa dan pembinaan karakter dari Quantum Akhyar Institute, akan menjadi kekuatan penting dalam mempercepat kemajuan KDKMP. Pasalnya, KDKMP merupakan amanat Presiden RI untuk menghidupkan kembali semangat Pasal 33 UUD 1945.

“Tujuannya, untuk memotong rantai pasok agar nilai tambah kembali ke masyarakat melalui layanan koperasi yang lebih dekat dan bermanfaat bagi desa dan koperasi selaras dengan nilai pesantren,” kata Menkop.

Ke depan, Menkop menekankan penting Kopdes masuk ke sektor-sektor produksi dan industri yang nanti hasilnya bisa dijual melalui gerai-gerai Kopdes di seluruh Indonesia. Dari mulai produksi sabun, shampoo, kecap, sambal dan kebutuhan masyarakat lainnya. “Terlebih lagi, gerai-gerai sembako KDKMP akan dikelola secara ritel moderen,” jelas Menkop.

SPBU Nelayan

Bahkan, KDKMPjuga bakal mengelola SPBU Nelayan untuk memenuhi kebutuhan solar para nelayan di wilayah desa-desa pesisir. Menkop melihat peluang kerjasama antara KDKMP dengan Koperasi Baret Merah, khususnya untuk bisa masuk ke produksi pasca panen. “Selain itu, KDKMP juga bisa membangun perumahan bagi para prajurit, terkait pembiayaannya akan didukung pembiayaan dari LPDB Koperasi,” papar Menkop.

Ustadz Adi Hidayat menyebutkan melalui keberadaan KDKMP akan terbangun ekonomi berbasis kerakyatan, di mana akan terbentuk satu ekosistem hingga masyarakat paling bawah di desa-desa. “Maka, saya sangat mendukung rencana pembangunan koperasi di wilayah Batalyon-Batalyon baru dari Kopassus, karena memang ekosistemnya sudah ada,” ucap Ustadz Adi.

Panglima Kopassus Letnan Jenderal (Letjen) Djon Afriadi mengungkapkan bahwa Kopasus akan mendirikan di Batalyon-Batalyon baru di beberapa wilayah di Indonesia yang bisa memiliki potensi ekonomi kerakyatan untuk dikembangkan melalui koperasi.

“Saya menyambut baik rencana kita mengembangkan koperasi, khususnya KDKMP, dengan membantu distribusi pasca panen, penyediaan alat cold storage dan sebagainya,” ujar Letjen Djon yang mengapresiasi inisiasi dan dukungan Ustadz Adi dan Menkop ke Kopassus untuk membangun dan mengembangkan perkoperasian di wilayahnya.

Erwin Tambunan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menerima cenderamata dari Komandan Jenderal Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *