banner 728x250

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menetapkan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian MES. Sementara Ketua Umum (Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yaitu Rosan Roeslani yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Munas VII digelar di Ballroom Menara BRIlian, Jakarta, Minggu (11/1/2026) dihadiri Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Dewan Pembina MES, K.H. Ma’ruf Amin. Hadir juga sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Dewan Pengawas Danantara Erick Thohir, Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Mualiman Darmansyah Hadad serta Ketua Pelaksana Munas VII MES La Nyala Mataliti.

banner 325x300

Kehadiran para tokoh tersebut menandai pentingnya Munas VII MES sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan baru dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Terpilihnya Menkop sebagai Ketua Harian MES dan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum MES diharapkan memajukan organisasi.

Menkop menegaskan bahwa melalui kepengurusan baru yang terbentuk diharapkan memajukan ke depan. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak khususnya koperasi dengan MES untuk terus mendorong peran koperasi berbasis syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional.

“Munas VII Masyarakat Ekonomi Syariah ini kami nilai sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program yang berkelanjutan serta inklusif,” kata Menkop.

Dia menambahkan saat ini sudah banyak contoh dan praktek baik dari koperasi-koperasi berbasis syariah yang sukses mengembangkan ekosistem bisnisnya sehingga menjadi tumpuan bagi pengembengan ekonomi masyarakat. Sebagai contoh Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Ciwidey Bandung yang sukses mengembangkan ekosistem bisnis di sektor pertanian.

“Saat ini juga banyak dari Koperasi Pondok Pesantren yang kita minta untuk menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

MES merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 1 Muharram 1422 H atau bertepatan dengan 26 Maret 2001. MES didirikan dengan tujuan membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi berkeadilan dan sesuai prinsip syariah.

Organisasi ini bersifat mandiri, bukan bagian dari pemerintah maupun politik dan berperan sebagai wadah inklusif untuk menghimpun seluruh sumber daya dalam rangka membangun ekonomi syariah.

Ketua Umum MES Rosan Roeslani menekankan pentingnya membumikan program agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat. “Bagaimana kita membumikan program kita sehingga lebih dirasakan manfaatnya,” urainya.

Pembangunan Kampung Haji

Rosan juga menyinggung inisiatif pembangunan Kampung Haji yang digagas bersama pemerintah. Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk memastikan kualitas layanan ibadah Haji khususnya dari Indonesia lebih baik.

“Ini langkah konkret dan positif yang bisa sangat bersinergi dengan MES. Insyaallah tahun ini di kuartal IV akan kita mulai pembangunannya,” beber Rosan.

Rosan menutup dengan doa dan harapan agar kepengurusan baru MES dapat membawa berkah dan kemajuan bagi organisasi. Dia berharap dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak agar berbagai program strategis pemerintah ataupun program prioritas dari MES dapat terlaksana dengan baik.

“Tentunya bagaimana tugas dan tanggung jawab ini bisa dijalankan dengan baik, yaitu dengan bersama-sama. Tidak mungkin bisa dikerjakan kalau kita kerja sendiri-sendiri. Mohon bantuannya, mohon masukannya,” tutur Rosan.

K.H. Ma’ruf Amin merefleksi atas perjalanan ekonomi syariah di Indonesia. Sejak berdirinya MES, terdapat dua sasaran utama yang ingin dikembangkan, yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.

“Selama kurang lebih 25 tahun gerakan ini sudah menghasilkan berbagai regulasi, institusi dan capaian. Bahkan posisi ekonomi syariah dunia kita sudah nomor 3, dari sebelumnya di posisi 18,” ungkapnya.

Ma’ruf menegaskan target ke depan MES adalah meningkatkan market share ekonomi syariah di atas 50% atau dengan istilah lainnya mensyariahkan ekonomi masyarakat. Hingga saat ini satu dari dua target tersebut telah tercapai, yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah. Namun saat ini belum mampu mensyariahkan ekonomi masyarakat.

“Capaian kita di sektor keuangan baru 30% (mensyariahkan ekonomi). Oleh karena itu, sasaran kita ke depan adalah mensyariahkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Dia menutup dengan optimisme bahwa ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus amal sholeh bagi seluruh insan yang terlibat, terutama kepada seluruh pengurus organisasi MES. Ma’ruf Amin berharap keberadaan MES benar-benar menjadi pilar bagi peningkatan ekonomi nasional.

“Selamat berjuang, mudah-mudahan periode 25 tahun ke depan target mensyariahkan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik,” paparnya.

Erwin Tambunan

Mantan Wapres ke-13 sekaligus Dewan Pembina MES, K.H. Ma’ruf Amin, foto bersama dengan pejabat terpilih MES. Foto: Humas..

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *