banner 728x250

Menkop: Kopdes Panggung Baru Gen Z dan Milenial Membangun Ekonomi Desa

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi wadah pemberdayaan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial untuk berkarya sekaligus berbisnis. Program 80.000 KDKMPjuga disebut sebagai solusi penyerapan tenaga kerja bagi sarjana muda di desa. Melalui keterlibatan mereka, KDKMPdiharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Hal itu disampaikan Ferry pada Rapat Kerja (Raker) bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Senayan. Hadir pula Wamenkop Farida Farichah, Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi, serta para pejabat tinggi di Kemenkop, Direksi LPDB Koperasi, serta anggota DPD RI. “Kami terus memperkuat perencanaan, tata kelola dan strategi komunikasi agar Kopdes benar-benar menyasar generasi muda,” ujar Ferry, Selasa (20/1/2026).

banner 325x300

Sebagai langkah meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap koperasi, Kemenkop bersama Kemendikti menghadirkan mata kuliah khusus tentang Koperasi dan Ekonomi Pancasila di perguruan tinggi. Selain itu, program KKN tematik akan diterapkan dengan mengirim mahasiswa untuk mendampingi koperasi secara langsung.

Kemenkop juga menyiapkan modul pelatihan digital serta program magang yang telah melibatkan lebih dari 500 peserta di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga usaha pesantren. Ferry menekankan koperasi harus menjadi “sekolah bisnis” bagi anak muda, bukan sekadar lembaga simpan pinjam.

Ferry menyebut hingga Januari 2026 lebih dari 1,7 juta masyarakat telah bergabung dengan KDKMP. Saat ini, sekitar 26.000 titik tengah memasuki tahap pembangunan gerai dan gudang. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan. “Kami mempertimbangkan pembangunan koperasi secara vertikal atau dengan spesifikasi berbeda dari standar sebelumnya,” jelasnya.

Meminta Dukungan

Dia juga meminta dukungan dari DPD RI agar percepatan pembentukan dan pembangunan fisik KDKMP berjalan sesuai target. Menurutnya, keberhasilan membangun 80.000 Kopdes tidak mungkin tercapai tanpa sinergi pemerintah pusat, daerah dan dukungan politik DPD RI. “Koperasi bukan hanya agenda kementerian, tetapi agenda nasional untuk mengurangi pengangguran dan memperkuat ekonomi desa,” tegasnya.

Wamenkop Farida Farichah menambahkan, peran sarjana muda sebagai penggerak koperasi sangat krusial. Dia optimis dalam dua hingga tiga tahun ke depan, lulusan perguruan tinggi yang terlibat dalam pengelolaan KDKMP akan membawa perubahan besar. “Koperasi harus menjadi jejaring besar yang menggerakkan ekonomi desa secara kolektif,” katanya.

Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi mengapresiasi kinerja Kemenkop. Menurutnya, program 80.000 KDKMP yang semula diragukan kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena terbukti mampu mengurangi pengangguran di desa. “Awalnya masyarakat ragu, tapi kini mereka melihat Kopdes berbeda dengan KUD masa lalu. Strukturnya lebih kuat dan hasilnya nyata,” ungkapnya.

Wakil Ketua II Komite IV DPD RI Sinta Rosma Yenti menyatakan dukungan. Dia menilai program KDKMP sebagai terobosan penting untuk memastikan kedaulatan ekonomi kembali ke tangan rakyat. “DPD RI siap mengawal agar program ini benar-benar menjadi pilar ekonomi rakyat,” tuturnya.

Erwin Tambunan

“Kami mempertimbangkan pembangunan koperasi secara vertikal atau dengan spesifikasi berbeda dari standar sebelumnya,” jelas Ferry Juliantono. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *