banner 728x250

Raih Penghargaan Badminton Asia, PBSI Serukan Transformasi dan Penguatan Ekosistem Bulutangkis

banner 120x600
banner 468x60

BALI, gen-idn.com – Indonesia menjadi tuan rumah rangkaian Badminton Asia Exco Meeting, Annual General Meeting (AGM), Badminton Asia Award dan Gala Dinner 2026 yang berlangsung pada 27-28 Maret di Bali. Rangkaian kegiatan ini dihadiri Presiden Badminton World Federation (BWF) Khunying Patama Leewadtrakul, Presiden Badminton Asia Kim Jong Soo beserta para anggota asosiasi bulutangkis se-Asia.

Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran yang juga menjabat sebagai Vice President Badminton Asia menerima penghargaan Meritorious Award untuk kategori Governance And Leadership pada ajang Badminton Asia Awards 2026. Penghargaan itu diberikan kepada para eksekutif yang memiliki kepemimpinan dan tata kelola Federasi untuk membentuk masa depan bulutangkis yang lebih baik.

banner 325x300

Fadil mengatakan penghargaan tersebut dipandang sebagai cerminan kerja kolektif seluruh ekosistem bulutangkis nasional—mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus dan pemangku kepentingan. “Ini bukan capaian individu. Ini adalah tentang tanggung jawab bersama—kepada atlet, penggemar dan generasi mendatang,” kata Fadil.

Di tengah persaingan yang kian ketat dengan berbagai bentuk hiburan dan dunia digital, bulutangkis dinilai menghadapi titik krusial dan relevansi menjadi kata kunci. Bulutangkis harus tetap relevan atau akan tertinggal.

Memastikan Inklusivitas

Tiga agenda utama disorot. Pertama, menjaga relevansi dengan menghadirkan olahraga yang lebih dekat dan menarik bagi generasi muda. Kedua, memastikan inklusivitas, agar bulutangkis tidak eksklusif bagi elit, melainkan hidup di tengah masyarakat. Ketiga, memperkuat fondasi masa depan melalui tata kelola yang transparan, profesional dan inovatif, termasuk pemanfaatan sport science dan engagement digital.

Upaya transformasi tersebut, lanjut Fadil, tengah dijalankan, mulai dari pembinaan, manajemen organisasi, hingga pendekatan ke komunitas. Sebagai negara dengan tradisi kuat di cabang bulutangkis, Indonesia menempatkan bulutangkis sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa. Namun, masa depan olahraga ini tidak dapat dibangun sendiri.

“Masa depan bulutangkis ditentukan oleh kolaborasi dengan berbagi pengetahuan, membangun kepercayaan, dan melangkah bersama,” tegas Fadil.

Selain menjadi forum strategis, rangkaian AGM di Bali juga diharapkan memperkuat tata kelola dan kolaborasi antar anggota federasi di kawasan Asia, sekaligus menghadirkan penyelenggaraan yang profesional dan berkesan bagi seluruh delegasi.

NAS

Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran (kiri) foto bersama dengan Presiden Badminton World Federation Khunying Patama Leewadtrakul (Thailand). Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *