banner 728x250

Final Four Proliga 2026: Bhayangkara Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama

banner 120x600
banner 468x60

SURABAYA, gen-idn.com – Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi selangkah lagi menjuarai putaran pertama Final Four Proliga 2026 usai membungkam Jakarta Garuda Jaya 3-0 (25-18, 25-14, 25-17) pada laga keduanya di Jawapos Arena Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/4/2026).

Sehari sebelumnya, klub milik Polri ini juga memenangkan laga melawan Samator Surabaya juga dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini memperkokoh posisi Bhayangkara Presisi di klasemen sementara Final Four sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi rival-rival lainnya.

​Bhayangkara Presisi menurunkan kekuatan penuh sejak awal laga. Nama-nama besar seperti Nizar Zulfikar, Agil Angga Anggara, Gumilar, Martin Atanasov, Bardia Saadat langsung menggebrak. ​Di sisi lain, Jakarta Garuda Jaya yang mengandalkan Fauzan Nibras, Dawuda, Haikal, Bagas dan Movsar Bataev sempat memberikan perlawanan sengit.

banner 325x300

Aksi saling kejar angka terjadi hingga pertengahan set. Namun, kematangan Nizar Zulfikar mengatur ritme membuat Bhayangkara lepas dari tekanan dan unggul 22-17. Pertahanan rapat yang digalang skuad Polri ini membuat serangan Dawuda dkk buntu, hingga set pertama ditutup dengan skor 25-18.

​Memasuki set kedua, Jakarta Garuda Jaya seolah kehilangan arah. Bhayangkara Presisi langsung tancap gas dengan keunggulan cepat 4-0. Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, sempat mengambil time out untuk memutus momentum lawan, namun upaya tersebut sia-sia.

​Bhayangkara terus membombardir pertahanan lawan hingga menyentuh angka krusial 8-0. Dawuda sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-8, namun Agil Angga dkk tampil tanpa cela. Dominasi terus berlanjut hingga kedudukan 16-6 di pertengahan set, sebelum akhirnya smes-smes keras mengakhiri set kedua dengan margin lebar, 25-14.

​Meski sudah unggul 2-0, pelatih Reidel Toiran tidak mengendurkan intensitas, walaupun dia mulai melakukan rotasi dengan memasukkan pemain pelapis seperti Hernanda Zulfi. Strategi ini terbukti efektif; ketajaman serangan Bhayangkara Presisi tidak berkurang sedikit pun.

Menembus Blokir Garuda

​Pertandingan sempat berjalan alot di awal set ketiga dengan skor kembar 5-5 hingga 10-10. Namun, setelah melewati poin-poin tersebut, Bhayangkara kembali menjauh 17-13. Kombinasi serangan dari Gumilar, Agil Angga dan Martin Atanasov berkali-kali menembus blokir Garuda Jaya. Set ketiga pun resmi menjadi milik Bhayangkara Presisi dengan skor 25-17.

Usai laga pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto menyampaikan, taktik para pemainnya tidak berjalan seperti yang direncanakan, “Termasuk receive kami tidak berjalan baik, karena servis dari lawan benar-benar merusak permainan anak-anak,” kata Nur Widayanto.

Dia juga menyoroti kekompakan pemainnya sedikit kurang, “Karena tosser juga belum bisa sepenuhnya memahami kemauan anak-anak,” tukas Nur Widayanto.

Kapten tim Garuda Jaya, Dawuda mengatakan, “Kami memang kalah hari ini, tapi dari segi permainan sebenarnya kami ada peningkatan,” jelas Dawuda yang tetap optimis menatap pertandingan berikutnya .

Pelatih Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran mengomentari kemenangan hari ini bagian dari penataan komposisi untuk pertandingan berikutnya,”Terus terang hari ini kami mencoba komposisi pemain untuk pertandingan final four selanjutnya,” terangnya.

Kapten tim Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar mengatakan bahwa permainan timnya hari ini cukup baik. “Karena kebetulan tim pelatih meminta kami untuk bermain lepas,” tutur Nizar.

Enda Suranta

Pebolavoli Jakarta Bhayangkara Presisi, Kevin Pratama Fahmi Putra menghadang bola untuk menghasilkan poin ketika timnya menghadapi Jakarta Garuda Jaya. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *