banner 728x250

Final Four Proliga 2026: Gresik Phonska Plus Tumbangkan Jakarta Electric PLN 3-0

banner 120x600
banner 468x60

SURABAYA, gen-idn.com – Tim voli putri Gresik Phonska Plus menunjukkan taringnya di babak Final Four Proliga 2026. Bertanding di Jawapos Arena, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/4/2026) malam, tim asuhan pelatih Alexander Lodi dari Italia ini berhasil menumbangkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-15, 25-19).

​Kemenangan ini merupakan modal krusial bagi Phonska Plus untuk mengamankan tiket menuju Grandfinal, sekaligus membuktikan konsistensi mereka sebagai kandidat kuat juara musim ini.

​Gresik Phonska Plus langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan. Menurunkan skuad terbaiknya, kolaborasi antara Arnetta Putri sebagai pengatur serangan dan duo legiun asing, Annie Mitchem serta Oleksandra Bytsenko, membuat pertahanan Electric PLN kocar-kacir.

banner 325x300

​Meskipun Kara Bajema dan Neriman Ozsoy mencoba memberikan perlawanan melalui spike keras, blok rapat yang dibangun Shella Bernadheta dan Geofani sulit ditembus. Phonska Plus menutup set pertama dengan keunggulan meyakinkan 25-16.

​Memasuki set kedua, Electric PLN mencoba bangkit melalui rotasi yang dilakukan. Agustin Wulandari dan Ersandrina Devega sempat memberikan tekanan di awal set. Namun, performa impresif Indah sebagai libero untuk mengamankan bola-bola sulit membuat Phonska Plus tetap dominan.

​Medi Yoku tampil gemilang dengan variasi serangan back attack yang mematikan. Kurangnya koordinasi di lini belakang Electric PLN membuat mereka tertinggal jauh hingga skor berakhir 25-15 untuk keunggulan tim asal Gresik tersebut.

Sempat Menempel Ketat

​Di set ketiga, Electric PLN Mobile mencoba bermain lebih terbuka. Afra dan kolega sempat menempel ketat perolehan poin hingga pertengahan set. Atmosfer Jawapos Arena kian memanas saat terjadi reli panjang antar kedua tim. ​Namun, ketenangan Arnetta Putri mendistribusikan bola menjadi pembeda. Phonska Plus berhasil mematahkan momentum kebangkitan lawan dan mengakhiri laga dengan skor 25-19.

Kemenangan Gresik Phonska Plus terletak pada variasi serangan dan meminimalisir error. Sebaliknya, Electric PLN kesulitan ke luar dari tekanan servis lawan yang agresif, sehingga skema serangan mereka mudah terbaca.

Usai laga asisten pelatih Electric PLN Chamnan Dokmai menjelaskan, timnya memang di bawah fom. “Banyak sekali kesalahan yang dilakukan, tapi saya akui Petrokimia bermain baik hari ini,” ucapnya seraya menuturkan, strategi bagus tapi tidak bisa berjalan dengan bagus.

Sementara Agustin Wulandari mengemukakan, sebenarnya timnya punya strategi dengan posisi-posisi untuk memaksimalkan dua pemain asing. “Tapi tidak berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan, ” kata Agustin Wulandari.

Pelatih Phonska Plus, Alessandro Lodi senang dengan kemenangan hari ini. “Tapi saya akui di pertandingan tadi seperti over, tapi itu memang gaya saya melatih,” ungkap Lodi.

Dia sempat kecewa dengan kepemimpinan wasit. “Tapi tidak masalah karena tim kami bisa mengambil kemenangan penting hari ini, ” tukas Lodi.

Salah satu pemain Phonska Plus Arnetta Putri mengakui sebenarnya pertandingan hari ini tidak mudah. “Terus terang kami hari ini bisa menikmati pertandingan dan menang,” ujarnya.

Enda Suranta

Outside Hitter Gresik Phonska Plus, Nandita Ayu Salsabilla (17) dan rekannya mengekspresikan kemenangan atas Jakarta Electric PLN Mobile. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *