banner 728x250
Umum  

Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal di Kalbar Untuk Siap Ekspor

banner 120x600
banner 468x60

PONTIANAK, gen-idn.com – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar acara Heritage in Motion: Collective Culture, Craft & Culinary di Gedung Dekranasda Kalimantan Barat, Selasa (12/5/2026). Agenda ini menekankan pentingnya koperasi sebagai wadah konsolidasi bagi pegrajin dan UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.

Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Sita Ferry Juliantono, menegaskan bahwa produk wastra, kriya dan kuliner bukan sekadar produk yang bernilai ekonomi, namun menjadi identitas budaya yang harus diberdayakan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya memiliki potensi yang besar untuk kemudian dikelola agar dapat dipasarkan hingga ke manca negara.

banner 325x300

“Kita ingin memastikan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Sita.

Turut hadir Ketua Bidang Daya Saing Dekranas Danti Budi Santoso, Ketua Dewan Wanita Persatuan Kemenkop Siti Kuwati Zabadi, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM Provinsi Kalimantan Barat Ayub Barombo, Founder of Keling Kumang Agro Munaldus.

Acara terlaksana berkat dukungan Kementerian Perdagangan, dengan melibatkan Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini juga dilaksanakan bertepatan dengan kunjungan kerja SERUNI Kabinet Merah Putih di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan sinergi lintas lembaga tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal sekaligus membuka akses pasar internasional.

Sita menekankan koperasi merupakan solusi bagi UMKM yang selama ini harus menjadi Chief of Everything dalam usahanya. Pelaku UMKM kerap dihadapkan pada situasi di mana proses produksi, pemasaran, hingga mencari pembiayaan dilakukan secara mandiri. “Melalui koperasi, pelaku usaha bisa lebih fokus pada produksi dan kualitas, sementara aspek pemasaran dan pembiayaan ditopang secara kolektif,” katanya.

Coaching Clinic

Di acara ini peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen usaha, praktek penguatan anggota, serta strategi akses pasar. Selain itu juga ada Coaching Clinic dari LPDB. Pendampingan berkelanjutan juga dijanjikan agar manfaat koperasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi yang juga Ex Officio Manajemen Usaha Destry Anna Sari menegaskan bahwa Kemenkop berkepentingan untuk membangun ekosistem usaha yang terintegrasi mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran hingga UMKM mampu naik kelas. Bahkan diharapkan melalui ekosistem itu UMKM bisa menembus pasar ekspor.

Oleh karena itu salah satu wadah utama untuk memastikan ekosistem tersebut tercipta dengan baik adalah melalui koperasi. Koperasi dapat menjadi rumah besar UMKM di mana setiap pelaku usaha terkonsolidasi. “Melalui koperasi diharapkan UMKM dapat meningkatkan usaha dan skala ekonomi melalui penguatan kelembagaan, akses permodalan, pemasaran serta penyediaan bahan baku,” tegas Destry.

Pada agena ini sekitar 200 peserta terdiri dari Koperasi dan UMKM yang bergerak di bidang kriya, wastra dan kuliner dilibatkan secara aktif. Sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada Koperasi dan UMKM agar semakin produktif dan berkembang, Kemenkop melalui Dekranas memberikan bantuan berupa peralatan produksi seperti kompor, mixer, mesin jahit serta bantuan paket sembako.

“Semoga kegiatan ini memperkuat kolaborasi dan membawa manfaat bagi kemajuan Koperasi dan UMKM di Kalimantan Barat,” harapnya.

Erwin Tambunan

Unsur Eksekutif Dekranas Pusat dan Dekranasda Kalimantan Barat bersatu untuk abadikan momentum kebersamaan. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *