JAKARTA, gen-idn.com – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menggelar Pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI pada Selasa, 12 Mei 2026, di Ruang Serba Guna Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.
Sebanyak 13 Pengprov PBSI resmi dilantik untuk masa bakti baru, yakni Pengprov PBSI Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Bengkulu, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Banten dan Sumatera Utara.
Pelantikan dipimpin Ketua Umum PP PBSI, M. Fadil Imran dan dihadiri para Ketua Pengprov beserta jajaran pengurus dari masing-masing provinsi serta pengurus pusat PBSI. Momentum ini tidak hanya menjadi bagian dari konsolidasi organisasi nasional, tetapi juga penegasan arah pembinaan PBSI pasca evaluasi menyeluruh atas hasil Thomas & Uber Cup 2026.
PP PBSI menekankan bahwa penguatan prestasi nasional tidak dapat hanya bertumpu pada pelatnas, melainkan harus dimulai dari hulu pembinaan, yakni kualitas penjaringan, pembinaan dan pengembangan atlet di tingkat daerah.
“Evaluasi yang kami lakukan hari ini harus menjadi momentum perbaikan menyeluruh. PBSI harus memperkuat fondasi pembinaan dari hulu, karena masa depan bulutangkis Indonesia dimulai dari daerah. Pengprov bukan sekadar struktur organisasi, tetapi merupakan garda terdepan menjaring, membina dan menyiapkan talenta terbaik bangsa,” ujar Fadil Imran.
Menurut Fadil, keberhasilan Indonesia mempertahankan posisi sebagai kekuatan utama bulutangkis dunia sangat ditentukan oleh kualitas sistem pembinaan berjenjang yang dimulai dari Pengprov, klub, hingga pelatnas nasional.
“Membangun Ekosistem”
“Ke depan, kita tidak boleh hanya berorientasi pada hasil jangka pendek. Kita harus membangun ekosistem prestasi yang kuat, terukur dan berkelanjutan. Pengprov harus menjadi bagian penting dari talent pipeline nasional menuju Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade 2028,” lanjutnya.
Pelantikan terpusat ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan efektivitas birokrasi, efisiensi anggaran, serta keselarasan program kerja nasional dan daerah agar pembinaan atlet berjalan lebih profesional, terintegrasi dan berbasis target prestasi.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PBSI, serta Mars Patriot Olahraga. Prosesi inti meliputi pembacaan Surat Keputusan, pengucapan janji pengurus, penandatanganan berita acara, hingga penyerahan bendera PBSI kepada Ketua Pengprov sebagai simbol amanah dan tanggung jawab. Setelah pelantikan, acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama.
Di kesempatan yang sama, PP PBSI bersama seluruh Pengprov memperingati Hari Ulang Tahun PBSI ke-75 melalui pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang PBSI dalam membangun prestasi bulutangkis Indonesia.
“Di usia ke-75 ini, PBSI harus semakin dewasa sebagai organisasi. Kita harus berani mengevaluasi, berani berbenah dan berani memperkuat seluruh mata rantai pembinaan nasional. Semangat persatuan, profesionalisme dan pembinaan berkelanjutan harus menjadi kekuatan bersama agar bulutangkis terus menjadi sumber kebanggaan dan kegembiraan bangsa,” tutup Fadil Imran.
NAS
Para Pengurus Provinsi PBSI menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebelum dilantik Ketua Umum PP PBSI M. Fadil Imran. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















