banner 728x250

Menkop Dorong Kopdit Obor Mas NTT Jadi Kebanggaan Nasional

banner 120x600
banner 468x60

MAUMERE, gen-idn.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi dan menghadiri dialog bersama pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (29/5/2026). Bertempat di Kantor Pusat KSP Kopdit Obor Mas, Menkop menegaskan posisi strategis koperasi sebagai instrumen utama penguatan ekonomi rakyat.

Menkop mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sikka atas inisiasi ruang dialog guna memperkuat sinergi membangun koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Ditekankan, KDKMP dirancang untuk menghadirkan pusat ekonomi produktif langsung dari tingkat desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Barang-barang yang dijual di KDKMP diprioritaskan produk lokal asli wilayahnya,” tegas Menkop.

banner 325x300

Menkop juga mendorong KSP Kopdit Obor Mas untuk terus berkembang dan menjadi kebanggaan nasional. Menurutnya, dengan capaian aset yang hampir menyentuh Rp2 triliun, Obor Mas telah menunjukkan peran besar koperasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat di NTT.

Khusus untuk wilayah Kabupaten Sikka, saat ini tercatat sebanyak 31 titik pembangunan KDKMP yang sedang berjalan. Menkop menilai hal ini menunjukkan koperasi telah menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa dan kelurahan. Menkop juga mengingatkan pentingnya tata kelola koperasi yang profesional, transparan dan akuntabel.

“Membantu Masyarakat”

“Koperasi harus mampu membantu masyarakat melalui penguatan usaha produktif, peningkatan literasi keuangan, serta pengembangan usaha desa,” ujarnya yang dihadiri dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Plt Ketua Pengurus Kopdit Obor Mas, Velerianus Samador, menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan dari Kementerian Koperasi yang menunjuk Kopdit Obor Mas sebagai salah satu “kakak asuh” bagi KDKMP di NTT. “Kami tentu bangga dipercaya menjadi kakak asuh. Harapannya, melalui kolaborasi ini KDMP bisa berkembang sesuai harapan,” tukas Velerianus.

Dia menambahkan, dari total 194 KDMP, pihaknya akan melakukan pemetaan untuk menentukan koperasi yang akan diprioritaskan dalam pendampingan tahap awal. “Kita baru mulai dan akan melihat mana yang paling membutuhkan pendampingan terlebih dahulu,” katanya.

Erwin Tambunan

Menkop menegaskan posisi strategis koperasi sebagai instrumen utama penguatan ekonomi rakyat. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *