BALI, gen-idn.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mentransformasi ekosistem kewirausahaan nasional melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, produktif dan berkelanjutan bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia.
Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menyampaikan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi AI, melainkan harus berperan sebagai pelaku utama dalam pengembangan ekosistemnya.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi AI. Kita harus menjadi pemain aktif membentuk ekosistem di mana AI memperkuat usaha, memberdayakan pengusaha UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau dan merata,” ujar Riza di acara The Power of AI: Transforming Sustainable Enterprise and Entrepreneurship yang diselenggarakan Tsinghua Southeast Asia Center di Bali, Sabtu (18/4/2026).
Dia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam pengembangan AI nasional yang mengusung prinsip AI for Many. Prinsip ini menegaskan bahwa teknologi harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengusaha UMKM di wilayah rural dan underserved.
Riza menjelaskan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutia Hafidz, menekankan dua akselerator utama dalam implementasi AI, yaitu Velocity of Money dan Velocity of Data. Velocity of Money mengacu pada percepatan digitalisasi pembayaran yang mampu meningkatkan likuiditas usaha, sementara Velocity of Data menitikberatkan pada pemanfaatan AI untuk analisis data secara real-time guna mendukung pengambilan keputusan strategis serta memperluas akses pembiayaan.
SAPA UMKM
Sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional, Kementerian UMKM telah meluncurkan sejumlah inisiatif untuk menjembatani kesenjangan teknologi. Salah satu di antaranya melalui SAPA UMKM, platform layanan terpadu yang menghubungkan pengusaha UMKM dengan akses pembiayaan, pendampingan, serta peluang pasar global.
Melalui program Entrepreneur Hub, Kementerian UMKM menghadirkan wadah kolaborasi untuk memperkuat kapasitas inovasi melalui pendampingan intensif dan penerapan teknologi dalam praktek bisnis sehari-hari. Sementara itu, program Transformasi Finansial mendorong adopsi AI dalam analisis kredit guna memperluas jangkauan Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta penguatan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).
Riza menegaskan pembangunan ekosistem digital yang tangguh membutuhkan sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Komdigi terus diperkuat guna menciptakan ruang digital yang aman, produktif dan mendukung pengembangan usaha sesuai dengan roadmap pemerintah.
Di tingkat regional, Indonesia juga menunjukkan peran aktif melalui partisipasi dalam Program ASEAN MOVE. Bekerjasama dengan Tsinghua Southeast Asia Center, program ini mendukung kesiapan digital serta praktek berkelanjutan bagi 100 pengusaha UMKM dan startup di kawasan Asia Tenggara.
Melalui sinergi antara pemerintah, industri dan akademisi, Kementerian UMKM optimistis adopsi teknologi inovatif, termasuk AI, akan membawa transformasi signifikan dalam ekosistem kewirausahaan nasional. Upaya ini diharapkan turut mendukung terwujudnya visi kedaulatan pangan serta hilirisasi industri berbasis teknologi tinggi pada periode 2026–2029.
Erwin Tambunan
Riza Damanik menerima cenderamata dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid pada agenda The Power of AI. Foto: Humas Kementerian UMKM.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















