banner 728x250

Grandfinal Proliga 2026: JPE Ungguli Phonska Plus Pada Leg 1

banner 120x600
banner 468x60

​YOGYAKARTA, gen-idn.com – Juara bertahan tim putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) mengamankan satu kemenangan atas Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan skor meyakinkan 3-1 (19-25, 25-19, 25-19, 25-21) pada Leg 1 Grandfinal Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026).

JPE menurunkan kekuatan kunci Megawati Hangestri, Irina Voronkova dan Wilma Salas. Namun, koordinasi di lapangan sempat terlihat goyah di awal laga. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Phonska Plus. Melalui motor serangan Medi Yoku dan umpan cantik dari Arnetta Putri, Phonska Plus tampil menekan. ​Sempat terjadi kejar-mengejar angka hingga pertengahan set, namun ketajaman Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko sulit dibendung. Phonska Plus menutup set pertama dengan 25-19.

banner 325x300

​Memasuki set kedua, JPE mengubah pola serangan. Tysa Amallya mulai lebih variatif mendistribusikan bola kepada Irina Voronkova dan Wilma Salas. Sebaliknya, Phonska Plus mulai kesulitan ke luar dari tekanan servis lawan. Meski Yulis Indah jatuh bangun di lini pertahanan, JPE tetap tak terbendung dan membalas dengan skor identik 25-19, membuat kedudukan imbang 1-1.

​Permainan Phonska Plus seolah kehilangan ritme di set ketiga. Kesalahan komunikasi dan eksekusi serangan yang tidak berkembang membuat mereka tertinggal jauh dalam perolehan poin. Megawati Hangestri tampil tajam dengan spike-spike kerasnya yang merobek blok lawan. Dominasi total ini membawa JPE unggul 25-19 dan membalikkan keadaan menjadi 2-1.

​Set keempat, berjalan jauh lebih kompetitif. Phonska Plus yang enggan menyerah berupaya keras memaksakan full set. Namun, sosok Irina Voronkova kembali menjadi momok bagi pertahanan Gresik. Pemain asal Rusia tersebut tampil sangat dominan di poin-poin kritis. Melalui reli-reli panjang dan pertahanan solid dari Shindy Saskia, JPE akhirnya menyudahi perlawanan Phonska Plus dengan 25-21.

Modal Psikologis

Dengan hasil ini, JPE unggul agregat 1-0 atas Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Kemenangan ini menjadi modal psikologis yang sangat besar bagi JPE untuk mengunci gelar juara di pertemuan berikutnya.

Usai laga pelatih Phonska Plus, Alessandro Lodi (Italia) merasa kecewa. “Hari ini kita tidak cukup baik. Dan saya akui Pertamina bermain lebih baik,” kata Lodi.

Dia pun akan berusaha memperbaiki timnya. “Tapi kami akui tim kami hari ini bermain kurang baik dan memang lawan lebih baik. Mudah-mudahan kami besok bermain lebih bagus,” tukas Lodi.

Pelatih JPE, Bullent Karsioglu (Turkiye) mengatakan, untuk menuju juara pihaknya akan melangkah satu persatu. Dia juga mengatakan cuaca sangat panas. “Meski cuaca cukup panas, tapi kami bisa menciptakan kondisi yang baik untuk menang. “Yang jelas kami akan membuat kejutan lagi besok,” terang Bullent.

Kapten tim JPE, Tisya Amallya mengatakan, kunci kemenangan ini adalah sabar. “Kami sempat deg-degan setelah kalah di set 1. Tapi terus terang kami hari ini bermain lebih sabar,” ungkapnya.

Enda Suranta

Pemain Jakarta Pertamina Enduro, Irina Voronkova (Rusia) fokus memperhatikan tip bolanya yang sulit dijangkau atlet Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *