BATANG, gen-idn.com – Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi mengemukakan usaha mikro dan ultra mikro, harus diagregasi. Itu dikatakan saat membuka Batang Nusantara Expo dan Kopdes Merah Putih Fest 2025 bertema Transformasi Kabupaten Batang Menjadi Pusat Industri dan Jasa di Batang, Jawa Tengah, Sabtu (27/12/2025).
Acara ini menjadi tonggak penting penguatan peran koperasi desa sebagai agregator produk lokal dan penahan derasnya arus impor. Melalui gerai-gerai yang dikelola Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP), seluruh produk lokal khususnya di wilayah Batang, Jawa Tengah akan dibantu akses pasar, akses pembiayaan, akses distribusi dan lain sebagainya.
“Yang kecil-kecil ini, usaha mikro dan ultra mikro, harus diagregasi. Siapa agregatornya? Koperasi. Dari situlah hadir gagasan besar koperasi desa Merah Putih,” ujar Ahmad Zabadi serta menegaskan KDKMP hadir sebagai solusi atas keterbatasan nelayan dan petani untuk mengakses bahan bakar maupun pupuk bersubsidi.
Dengan adanya koperasi, nelayan dapat membeli solar sesuai harga resmi Rp6.800 per liter dan petani mendapatkan pupuk sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Melalui koperasi desa, rantai distribusi dipotong sehingga nelayan, petani dan masyarakat pada umumnya memperoleh kebutuhan dasar untuk kebutuhan peoduksiydan konsumsi sehari-hari sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) atau harga yang ditetapkan pemerintah.
Selama ini harga beberapa komoditas strategis kerap dipermainkan oleh para tengkulak sehingga merugikan masyarakat. “Koperasi desa memastikan rakyat menikmati barang-barang subsidi seperti LPG, beras, hingga obat-obatan dengan harga sesuai ketetapan pemerintah,” urai Zabadi.
Peran KDKMP tidak berhenti pada distribusi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industrialisasi. Produk lokal yang diserap koperasi akan diproses, dikemas dan dipasarkan secara modern sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat desa.
KDKMP juga mendorong pengusaha lokal melakukan proses produksi secara massal untuk produk -produk dasar kebutuhan harian masyarakat. Dengan begitu ketergantungan terhadap produk impor bisa digantikan oleh produk lokal. “Semua produk lokal harus diserap koperasi. Hasil panen cabai, beras, hingga ikan akan masuk cold storage, lalu dilakukan proses khusus sebelum masuk pasar modern atau di ekspor,” katanya.
Menyelenggarakan MBG
KDKMP juga ditugaskan menyelenggarakan program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak. Presiden menekankan agar bahan baku program ini tidak berasal dari impor, melainkan dari produksi lokal yang dikonsolidasi koperasi.
Dalam konteks ini, koperasi desa akan mengagregasi peternak sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu lokal. Produk masyarakat desa menjadi prioritas utama penyediaan bahan pangan bergizi.
Dengan visi besar tersebut, maka Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama lintas sektor lainnya khususnya PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI melakukan percepatan pembangunan gerai, gudang dan sarana pendukung lainnya KDKMP di seluruh di Indonesia.
Bupati Batang Faiz Kurniawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Batang Nusantara Expo 2025. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan pengusaha yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Expo kali ini bukan hanya pameran, tetapi juga wadah untuk mendorong pengusaha lokal naik kelas. Dari skala mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi menengah, hingga berkembang menjadi korporasi besar. “Kami berharap pengusaha lokal bisa mengakses modal dengan bunga rendah melalui program LPDB, serta memperluas pasar agar mampu bersaing,” pinta Faiz.
Dia menekankan lima akses legal yaitu tanah, pendidikan, teknologi, modal dan pasar sangat penting. Dengan dukungan KDKMP , pengusaha lokal di Batang diharapkan mampu memenuhi prasyarat itu. “Kami berharap Batang Nusantara Expo tahun depan benar-benar menjadi expo bagi pengusaha lokal dan koperasi terbesar di Indonesia,” harapnya.
Erwin Tambunan
Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi membuka Batang Nusantara Expo dan Kopdes Merah Putih Fest 2025 dengan pukulan gong. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com








