PADANG, gen-idn.com – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mengembangkan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai destinasi unggulan wisata ramah Muslim dan gastronomi sebagai salah satu upaya menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memperkuat daya saing pariwisata nasional.
Menpar Widiyanti menegaskan provinsi ini telah lama dikenal memiliki kekayaan daya tarik wisata yang kuat, baik dari sisi budaya, religi, maupun kuliner. Salah satu destinasi yang dikunjungi Menpar adalah Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang menjadi ikon wisata ramah Muslim di daerah tersebut.
Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya Minangkabau. Arsitekturnya yang unik tanpa kubah, dengan bentuk gonjong khas rumah adat, serta ornamen ukiran dan kaligrafi, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Padang sudah sangat dikenal sebagai destinasi wisata ramah Muslim. Saat kami mengikuti pameran pariwisata internasional di ITB Berlin, foto masjid ini menarik perhatian banyak pengunjung. Ini menunjukkan potensi besar yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi,” kata Menpar, Rabu (20/4/2026).
Untuk pengembangan wisata ramah Muslim, Kementerian Pariwisata terus menjalankan berbagai program strategis. Salah satunya melalui peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang menjadi tolok ukur kesiapan destinasi guna memenuhi standar Global Muslim Travel Index (GMTI). Berdasarkan penilaian tersebut, Sumatera Barat masuk lima besar provinsi terbaik dari 15 provinsi yang dinilai.
Kemenpar juga mendorong penguatan rantai nilai melalui program sertifikasi halal bagi pengusaha UMKM bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga saat ini, telah difasilitasi penerbitan 14.694 sertifikat halal di 391 desa wisata yang tersebar di 33 provinsi.
Upaya lain dilakukan melalui penyusunan standar nasional layanan pariwisata ramah Muslim bersama Bappenas dan Bank Indonesia guna menjamin konsistensi kualitas layanan di seluruh destinasi Indonesia. Kemenpar juga menghadirkan halaman khusus pariwisata ramah Muslim serta mendorong industri pariwisata untuk menyediakan paket wisata ramah Muslim, termasuk sebagai syarat partisipasi dalam berbagai pameran internasional.
Ikon Kuliner Daerah
Menpar didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan anggota DPD RI Irman Gusman, juga meninjau potensi wisata gastronomi dengan mengunjungi Sate Mak Syukur, salah satu ikon kuliner daerah.
Menpar menegaskan Sumatera Barat memiliki kekuatan besar di sektor gastronomi, dengan ragam kuliner ikonis seperti rendang yang telah dikenal dunia. Untuk itu, Kemenpar akan terus mendorong pengembangan wisata gastronomi, termasuk mendukung upaya Pemerintah Kota Padang untuk meraih pengakuan UNESCO Creative Cities Network di bidang gastronomi.
“Kami bersama industri dan dinas pariwisata akan mengembangkan paket wisata yang mengangkat kekuatan gastronomi Kota Padang dan Sumatera Barat secara keseluruhan,” ucapnya.
Sebagai bagian dari penguatan promosi, Kemenpar juga mendorong penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomi di Sumatera Barat pada 2027, melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan di Bali, Yogyakarta dan Solo. Menpar kemudian melanjutkan kunjungan ke Jam Gadang dan kawasan Pasar Ateh di Bukittinggi yang dikenal sebagai pusat wisata belanja dan kuliner lokal.
Melalui kunjungan ini, Menpar juga menyerap berbagai aspirasi dari pemangku kepentingan daerah terkait pengembangan pariwisata, mulai dari kebutuhan investasi, infrastruktur dasar, penyelenggaraan event, hingga penguatan promosi dan paket wisata. Salah satu aspirasi yang mencuat adalah kebutuhan perpanjangan landasan bandara di Mentawai untuk mendukung aksesibilitas destinasi.
“Kami ingin memastikan kebutuhan di destinasi dapat terpenuhi, baik dari sisi infrastruktur, investasi, maupun penguatan promosi, sehingga pariwisata dapat berkembang secara optimal,” papar Menpar.
Namo Fitzgerald
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengabadikan momentum kehadirannya dengan latar Jam Gadang dan kawasan Pasar Ateh di Bukittinggi, Sumatera Barat. Foto: Humas.
Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com


















