banner 728x250

Pariwisata Indonesia Catatkan Pertumbuhan Positif Hingga Mei 2026

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Sektor pariwisata Indonesia kembali menunjukkan ketahanan dan daya saing di tengah dinamika geopolitik global dengan mencatatkan pertumbuhan positif hingga Mei 2026 yang tercermin dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), surplus kunjungan wisatawan, serta pemulihan tingkat okupansi hotel yang semakin stabil.

Pertumbuhan positif ini menjadi sinyal berbagai program dan kebijakan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan manfaat serta berkontribusi menggerakkan perekonomian dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

banner 325x300

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, perjalanan wisnus tetap menjadi penopang utama pergerakan pariwisata dalam negeri di tengah peningkatan kunjungan wisman. Pada saat yang sama, tingkat okupansi hotel menunjukkan pemulihan yang semakin stabil.

“Capaian ini menjadi indikator pariwisata Indonesia memiliki daya tahan sekaligus tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang penting,” kata Menpar saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Data menunjukkan, pada Mei 2026 kunjungan wisman mencapai 1,38 juta kunjungan atau meningkat 5,83% dibandingkan Mei 2025 yang tercatat sebanyak 1,31 juta kunjungan. Secara kumulatif, sepanjang Januari–Mei 2026, Indonesia mencatatkan 6,07 juta kunjungan wisman. Angka tersebut tumbuh 7,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian Mei 2026 merupakan capaian kunjungan tertinggi sepanjang tahun berjalan, menunjukkan minat wisatawan asing terhadap Indonesia tetap kuat,” ujar Menpar serta menjelaskan pertumbuhan kunjungan wisman terutama ditopang pasar Asia Tenggara meningkat signifikan sebesar 11,06% dari 547.521 kunjungan pada Mei 2025 menjadi 608.076 kunjungan pada Mei 2026.

Asia Lainnya 5,37%

Pertumbuhan juga tercatat dari pasar Timur Tengah sebesar 5,67%, Asia lainnya 5,37%, Oceania 4,69%, Afrika 3,72% dan Amerika 1,13%. Sementara itu, pasar Eropa mengalami kontraksi sebesar 5,91% di tengah gangguan dan ketidakpastian geopolitik global.

Kinerja kunjungan wisman tersebut sejalan dengan strategi adaptif Kemenpar yang terus memperkuat pasar short-haul dan medium-haul, sekaligus menjaga pasar jarak jauh yang memiliki kontribusi pengeluaran wisatawan tinggi.

Dari sisi wisatawan nusantara, pada Mei 2026 tercatat 106,16 juta perjalanan atau meningkat 8,69% dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 97,67 juta perjalanan. Peningkatan terutama ditopang momentum libur nasional dan cuti bersama yang dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata di dalam negeri. Secara kumulatif, perjalanan wisnus sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86% dibandingkan periode Januari–Mei 2025 yang sebesar 508,67 juta perjalanan.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menjelaskan, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri pada Mei 2026 tercatat sebanyak 550.382 perjalanan. Jumlah itu turun 6,05% dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 585.800 perjalanan.

Secara kumulatif, perjalanan wisnas pada Januari–Mei 2026 mencapai 3,69 juta perjalanan atau turun 3,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,84 juta perjalanan. “Penurunan perjalanan ke luar negeri terjadi bersamaan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik destinasi dalam negeri tetap kuat dan semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia,”ungkap Wamenpar.

Apabila dibandingkan dengan perjalanan wisnas, Indonesia masih mencatatkan surplus kunjungan wisatawan. Pada Mei 2026, jumlah kunjungan wisman melampaui perjalanan wisnas dengan surplus 0,83 juta kunjungan. Secara kumulatif sepanjang Januari–Mei 2026, surplus mencapai 2,37 juta kunjungan. “Kondisi ini mendukung pencapaian net devisa pariwisata yang positif bagi Indonesia,” urai Ni Luh Puspa.

Namo Fitzgerald

Destinasi Pariwisata Indonesia tetap memiliki daya tarik bagi Wisman maupun Wisnus sebagai pemantik kunjungan mereka ke lokasi. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *