banner 728x250

Menpar Dorong Industri Pariwisata Terapkan ESG Untuk Perkuat Daya Saing Berkelanjutan

banner 120x600
banner 468x60

SANUR, gen-idn.com – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat daya saing sekaligus mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.

Menpari mengatakan, penerapan prinsip ESG yang kuat semakin menjadi faktor penting dalam menarik investasi. Saat ini, investor dan mitra internasional tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian besar terhadap keberlanjutan lingkungan, dampak sosial, serta tata kelola yang baik.

banner 325x300

“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang tergerak untuk menerapkan prinsip ESG dan memandang aspek keberlanjutan sebagai investasi strategis jangka panjang,” kata Menpar saat membuka Eco Tourism Week – Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum (WI-STIF) 2026 di The Meru, Sanur, Bali, Sabtu (30/5/2026).

Menurut dia, pemerintah terus mengambil berbagai langkah konkret untuk mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan di berbagai destinasi. Upaya tersebut antara lain melalui pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, seperti sistem pengelolaan sampah di Labuan Bajo, revitalisasi destinasi wisata kawasan Waterfront City Pangururan di Danau Toba, serta berbagai program pemulihan lingkungan dan kajian daya dukung kawasan wisata.

Kementerian Pariwisata juga menjalankan program prioritas Gerakan Wisata Bersih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan sanitasi di destinasi wisata. Program ini sejalan dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat pengelolaan sampah secara nasional serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Membangun Kolaborasi”

“Oleh karena itu, saya berharap forum ini dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pariwisata berkelanjutan serta mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk berperan lebih aktif dalam membangun kolaborasi lintas sektor,” ujar Menpar.

Yang terpenting, kata dia, forum ini mampu melahirkan inovasi, kemitraan dan solusi nyata untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Co-Founder Eco Tourism Bali, Suzy Hutomo, mengatakan Ecotourism Week tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendorong implementasi praktik pariwisata berkelanjutan.

“Selama ini kita sering berbicara mengenai ide dan konsep. Melalui forum ini, kami ingin berfokus pada solusi dan implementasi nyata. Berbagai topik penting akan dibahas, mulai dari ESG hingga pariwisata regeneratif melalui keberagaman, operasional berkelanjutan, dan dampak positif bagi komunitas,” ucap Suzy Hutomo.

Namo Fitzgerald

Menpar Widiyanti Putri Wardhana berada di satu sudut stan industri pariwisata yang sedang berpromosi. Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *