banner 728x250

Rakornas Pariwisata 2026 Perkuat Transformasi Menuju Pariwisata Resilien dan Berkelanjutan

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, gen-idn.com – Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata (Rakornas Pariwisata) 2026 dibuka pada Rabu (20/5/2026) dengan mengusung tema “Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi dan Keberlanjutan: Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Target 2026”. Rakornas Pariwisata 2026 berlangsung selama dua hari, 20–21 Mei 2026, di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan Rakornas tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

banner 325x300

“Momentum Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa pariwisata adalah juga gerakan bersama untuk membangun kebanggaan, kemandirian dan daya saing bangsa. Di setiap destinasi, tersimpan kekuatan budaya, alam, kreativitas, serta keramahan masyarakat Indonesia yang menjadi modal besar untuk bangkit dan maju,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyusun rencana aksi sekaligus mengevaluasi capaian sektor pariwisata nasional bersama kementerian/lembaga terkait untuk mendukung percepatan transformasi ekosistem pariwisata melalui optimalisasi, resiliensi, inovasi dan keberlanjutan (ORIK) sebagai fondasi pelaksanaan program prioritas tahun 2026.

Rakornas menghadirkan narasumber kompeten dari unsur pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri pariwisata. Kehadiran para pakar lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif dan menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan yang dihadapi sektor pariwisata nasional.

Isu Keamanan

Terdapat lima isu strategis yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, isu keamanan, keselamatan global dan krisis energi (Global Security, Safety, and Energy Crisis). Kedua, isu krisis iklim (Climate Crisis). Ketiga, tren pasar pariwisata masa depan yang mencakup sustainable tourism, adventure tourism, luxury tourism, edu-tourism, wisata bahari, wellness tourism, hingga gastronomi.

Rakornas juga membahas penguatan pariwisata berkelanjutan secara holistik serta sinkronisasi regulasi, khususnya terkait pengelolaan dan regulasi akomodasi dan Online Travel Agent (OTA), tindak lanjut Undang-Undang Kepariwisataan, serta penyusunan peraturan turunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS).

Menteri Pariwisata berharap Rakornas Pariwisata 2026 mampu memperkuat sinergi, kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan menghadapi tantangan sektor pariwisata ke depan.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Rakornas Pariwisata ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama. Kita harus mewujudkan transformasi ekosistem pariwisata yang resilien dan tumbuh secara berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Upaya ini tidak boleh berhenti pada perumusan gagasan, tetapi harus menghasilkan langkah yang konkret, terintegrasi, jelas dan terukur,” ujar Menteri.

Namo Fitzgerald

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan Rakornas Pariwisata 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: Humas.

Artikel ini sudah terbit di jurnal-idn.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *